Saturday, December 18, 2010

Let's love like we've never been hurt before

Let's dance like no one is praising us
Let's love like we've never been hurt before
Let's sing like no one is listening to us
Let's work like we don't need money for it
Let's live like today is a doomsday
~Author Unknown~




Saat saya melihat quote di atas, saya berpikir, apapun yang saya lakukan saat ini, bumi tetap akan berputar pada porosnya sambil mengelilingi matahari sebagai pusatnya, sampai saatnya Tuhan menyuruhnya berhenti.

Apapun yang kita lakukan terlepas pada nantinya dia akan mengubah sesuatu di luar dirinya hanya akan berpengaruh hanya pada hidup yang kita miliki terlebih dahulu.

Quote itu mengajarkan saya untuk mencintai diri saya dan kehidupan saya dengan menyadarkan saya untuk melakukan segala hal yang saya ingin lakukan.

"Just do it first Dwi!"

Sebelum semuanya terlambat dan sebelum adanya penyesalan, just do it, before it's to late

Monday, December 6, 2010

Sebab Akibat


>Dari belajar C++ buat E-Test besok --> makan indomie rasa tomat+cengek super pedas --> ngemil es krim magnum straciatella punya Tantri --> minumnya teh kotak sosro --> hasilnya : sakit perut melilit tengah malam buta T_T (menyeeesaaaaalllllllllllllllll )

Monday, August 16, 2010

Duh Wanita



Duh wanita, bibirmu begitu berbisa dan membuat kuping ini memerah. Andai saja aku bisa mengunci rapat mulut itu, dengan senang hati akan kulakukan. Aku memang bermuka dua, tak mau kau benci tapi kadang aku membenci mulutmu, yang mengoceh tiada henti akan seluk beluk seluruh sifat manusia di dunia.

Duh wanita, sungguh aku mencintaimu karena Tuhanku, tapi perkataanmu membuat pahala yang kukumpulkan sedikit demi sedikit, terkuras sedikit demi sedikit pula hingga tak bersisa hanya dengan mendengarnya. Kapan kah aku bisa mengembalikan itu semua?

Duh wanita, bagaimana orang yang kau kasari dengan perkataanmu itu mendendam? Maka ia akan terus membelenggumu dalam dosa, karena dialah yang tertindas.

Duh wanita, kau adalah seorang pintar dan baik budi, mengapa harus kau nodai dengan perkataan-perkataan jahat itu?

Ingin aku merangkulmu dan berkata, "Sudahlah!" dan mengakhiri semua perkataanmu.



Wednesday, July 14, 2010

My Flower




My Flower

You are my flower,
not because you are prettier than other flowers.
You are my flower,
not because you are more fragrant than other flowers.
You are my flower,
because you have already blossomed in my heart.
-anonymous-



Monday, July 12, 2010

Bingung

Duh semakin dipikir, semakin ingin melepasnya... T_T

Thursday, June 24, 2010

My Name is Khan

Baru menonton My Name is Khan. Walau ada beberapa point yang berbeda dengan pandangan saya. Satu point lebihnya adalah... bisa membuat dui si manusia jarang menangis ini meneteskan air matanya saat dia bilang, " Yes, my name is Khan and i'm not a terrorist, and here is my son, his name is Sameer and he wasn't a terrorist either."


" No, no, no. Prayer should never depend upon the place or the people, it should depend only on your belief. "




Subhanallah. Kapan yah kata-kata itu bisa terwujud? 4/5

Tuesday, June 22, 2010

Bukan Sia-Sia

Terlontar sebuah kalimat dari mulut saya Sabtu kemarin. "Sayang aja, gara-gara mau pindah jurusan, kok kayaknya 2 tahun saya kuliah tapi pada akhirnya terasa sia-sia."

Dijawablah pernyataan saya oleh Mbak Fay yang intinya sbb : Tidak pernah ada sebuah kesia-siaan dalam hidup ini. Karena dibalik semua yang terjadi, selalu ada pengalaman yang kita dapat, dimana pengalaman itu gak bisa dibandingkan dengan kata sia-sia. Pengalaman yang lebih mahal dari segalanya di dunia.

Kalau dipikir-pikir lagi, bener juga ya. Setiap manusia punya jalan hidup masing-masing. Mereka yang menentukan dan wajar aja kalau setiap manusia punya akhir hidup yang berbeda-beda pula di setiap bab-bab dalam hidup mereka.

Buat apa merasa hidup ini sia-sia. Toh tanpa kita sadari, kita selalu mendapatkan sesuatu yang baru, dimana proses pembelajaran bernama kehidupan terus berjalan. Dimana kita tahu mana yang benar mana yang buruk, mana yang harus dilakukan mana yang lebih baik disingkirkan, mana yang harus diprioritaskan.

Hmmm... Jadi, let's be positive :))

Saturday, June 12, 2010

Fiksi

Aku akan mengejarmu sampai ke bulan, menjelajah andromeda dengan milky way-nya, terus berjalan sampai tahu kemana kamu akan membawaku. Ya KAMU!! Akan ku kejar kau sampai melintasi jurang dan lembah yang sunyi dan gelap, sampai tak ada lagi jalan pintas yang bisa kutemui.

Aku akan berhenti di sana, di sebuah tempat asing tak berpenghuni dengan satu rumah di tengan hutan rimba belantara yang dikelilingi laut sunda kecil yang didepannya terdapat gapura dengan tengkorak kerbau diatasnya, tempat para lanun bersemayam.

Aku akan menghentikanmu dimanapun kau berada, di atas puncak dengan es abadi dan ular berkaki yang sekali gigit akan nikmat rasanya. Melayang langsung ke langit ketujuh lewat beribu tahun dengan kegelapan tanah pekat dan siksa cambuk sang penjaga.

Aku akan berjalan semakin dekat denganmu, menyelam timbul tenggelam di antara air yang terbelah, seperti bunglon yang tak pernah menemukan jati dirinya. Teronggok kaku berharap tidak diketahui oleh siapa pun.

Aku akan tertidur, di mana di situ ada dirimu, berhampar tanjakan cinta dengan laut biru cerah di atas kepala. Mengenang segala yang tak pernah terjadi dan menjadikannya obsesi.

Ahhh... Omong kosong!

dan aku pun kembali keduniaku. (:

-menyelamiapayangdicarisambilmerangkaikatakatatakberartiyangmenjadikannyasebuahkalimatdanceritera-

Friday, May 28, 2010

Labor dan Cinderella's Sister

Sekarang saya berada di depan langit kelabu bersemburat jingga dan ungu. Menunggu drama rabu-kamis Korea favorite saya, Cinderella's Sister. Kenapa saya suka drama ini? Karena pemeran utamanya adalah salah satu artis Korea favorite saya, Moon Geun Young.

Drama ini minggu depan habis masa tayangnya, yang berarti (seharusnya) waktunya lebih berkonsentrasi dengan kuliah. T_T

Tapi, itu pula yang saya janjikan dalam hati ketika menunggu habis drama Pasta. Akankah terulang lagi? Setelah CS selesai. Maka akan ada CS CS yang lainnya, atau Pasta Pasta lainnya.

Tadi sore, saya ada labor MiBi2, setiap minggu akan ada tes kecil di awal labor, kalau sampai dua kali gak lulus tesnya, berarti keluar (baca: menunggu tahun depan untuk mengulang segalanya, d.h. membuang-buang waktu selama 2 semester di dunia).

Setelah tes, saya dipanggil oleh pembina lab, dia panggil nama saya dan joe. Fr.Gebhart hanya menatap saya. "Was ist Ihre Probleme? Sprache?" "Haben Sie die Berechnungen geübt?" "Sie können das mit Logic antworten." "Wenn Hr. Stahl sieht dies, dann müssen Sie raus, aber ich gebe Ihnen noch Chance!"

Gak ada satupun dari pertanyaan Fr.Gebhart yang bisa saya jawab, karena saya sendiri bingung harus menjawab apa. Haruskah saya menjawab karena drama Korea? hahahahahahahaha. Saya pun hanya terdiam.

Saya kembali ke tempat duduk, teman saya bertanya, saya pun kembali terdiam dan tersenyum. Setelah semuanya selesai, Tutor lab saya meminta teman saya untuk membantu saya dan dia kembali bertanya. "Hast du etwas nicht verstanden?" Lagi-lagi saya menggeleng. Saya bosan berkelit dari kesalahan sendiri. Saya bosan untuk terlihat pura-pura mengerti di depan orang lain. Bukan karena saya gak mau tahu, tapi saya benar-benar gak tahu apa yang ada dalam otak saya. Saya selalu mencari pelarian untuk sesuatu yang membuat saya merasa terbebani. Saya bosan dengan pertanyaan, apakah saya baik² saja? Karena saya gak punya jawaban pasti akan hal itu.

Mungkin saya sedang kehilangan yang namanya motivasi hidup yang bisa membuat hidup saya lebih terarah. Kemanakah sang motivasi pergi? Saya pun (lagi²) gak tahu. Kemanakah saya harus mencari sang motivasi? Entahlah...

Thursday, May 6, 2010

Silence is Golden

Ada pepatah yang mengatakan bahwa diam itu emas.

Menurut pandangan saya, dengan diam kita memang bisa menghasilkan emas. Kenapa? Karena dengan diam kadang kita tidak menghabiskan waktu yang terus berdetak tanpa sia-sia, seperti manakala kita berbicara panjang lebar ngalor ngidul kesana-kemari untuk menghabiskan waktu yang terus berdetak.

Akhir-akhir ini saya semakin kehilangan kontrol terhadap lidah saya. Memang benar kata orang kalau lidah tak bertulang, apalagi lidah saya sekarang ini kayaknya kalau gak mengomentari sekeliling saya, rasanya gataaaaaaallll banget.

Banyak kata-kata gak berguna yang menurut saya gak pantas buat dibahas. Banyak pula kesia-siaan yang terlontar beberapa hari ini. Sepertinya saya mulai kehilangan kembali jati diri saya sendiri. Atau, ternyata saya memang seseorang dengan tabiat buruk, yaitu suka menjelek-jelekan sesuatu atau orang lain.

Dulu, orang bilang saya pendiam, jutek, dsb. Menurut saya, mungkin sifat seperti itu lebih baik dari sifat-sifat saya yang sekarang. Dulu, saya selalu memendam kejelekan orang lain maupun kejelekan saya sendiri rapat-rapat. Dikunci di relung kotak hati saya. Kemudian tanpa sadar terlupakan.

Duh Gusti, kenapa kok ya hamba-Mu yang satu ini kerjaannya ngeyel terus, bukannya makin benar malah berjalan makin meliuk-liuk. Ckckckckckckck...

Ya pokoknya, saat ini saya sedang menggalangkan makna diam itu emas. Wish me luck!

Monday, April 26, 2010

Apakah saya bahagia?

Kemarin saya mendapat pertanyaan dari Agung pacarnya Citra. Dia nanya, "Bahagia Wi di sana?"

Sepersekian detik saya berpikir untuk menjawab apa. Apakah saya orang yang berbahagia?

Setelah dipikir-pikir lagi, kenapa juga saya harus menjawab kalau saya tidak bahagia? Kenapa saya harus ragu-ragu untuk menjawab bahwa saya bahagia?

Hidup saya memang seperti roller coaster. Naik turun lembah dan tanjakan curam, kadang senang kadang sedih. Tapi, keseluruhan saya harus menjawab kalau saya adalah orang yang bahagia.

Saya bahagia karena saya orang yang sempurna secara fisik dan rohani. Saya memiliki keluarga yang ada di Indonesia, dimana mereka adalah rasa rindu yang selalu bisa membuat hati saya bahagia. Saya memiliki teman-teman serumah yang selalu saling mengingatkan dan berbagi makanan? Dimana makanan adalah salah satu kebahagiaan buat saya ^o^. Saya memiliki sahabat-sahabat yang tanpa saya sadari selalu ada di sekeliling saya dan saling berempati. Saya memiliki masjid dan liqa bersama sebagai tempat bernaung saat hati ini mulai keluar dari jalurnya. Saya masih memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu ada di ujung usaha manusia.

Jadi, untuk apa lagi saya ragu-ragu untuk bilang kalau saya bahagia di sini?

Tak ada kata rata-rata untuk sebuah kebahagian. Yang ada saya tidak bahagia dan saya bahagia.

Di saat kita merasa bahwa kita tidak bahagia, di saat itu pula kehidupan kita akan berputar 180° ke arah ketidakbahagiaan.

Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, baik agar kita merasa menjadi orang yang bahagia ataupun menjadikan diri kita orang yang tidak bahagia.

Cukup menjadikan hidup yang kita anggap biasa-biasa saja ini menjadi hidup yang bahagia.

Katakanlah, " Saya bahagia dengan kehidupan ini."

Sunday, April 4, 2010

Mündliche Prüfung WiWi

Hari itu tanggal 30 Maret 2010, saya berjalan limbung mengingat semua yang telah saya hapal. Semakin saya mengingat segalanya, semakin pula saya melupakan segalanya. Entah mengapa, sepertinya hapalan saya terhapus begitu saja dari memori otak.

Turun dari subway, saya berlari kecil menuju gedung dalam pikiran saya. Ternyata, saya salah gedung! Waktu menunjukan pukul 10.45, yang artinya 15 menit lagi giliran saya dan saya masih belum menemukan letak gedung yang saya cari.

Setengah berlari saya melihat peta dan berusaha mengerti apa dan dimana letak gedung yang saya cari. Setelah lima menit berlari, akhirnya saya menemukan gedung yang didalamnya lusuh tak terurus. Dimanakah pintu masuknya? Seseorang menyapa dan menanyakan tujuan saya. Lalu dengan tersenyum dia menyuruh saya menunggu sepuluh menit lagi. Detik-detik itu terngiyang-ngiyang di kepala saya. Tangan dan kepala menjadi tidak sejalan dan lagi-lagi saya melupakan semuanya.

Laki-laki itu datang dan tersenyum, berjongkok di depan pintu. Perempuan itu keluar dengan tersenyum dan mengatakan, "Semua akan baik-baik saja."

Saya ada didalamnya, di sebuah ruangan modern dengan lemari-lemari arsip. Prof. Erdmann di kiri saya mempersilahkan saya duduk dan Hr. Ehlers, tutor terbaik yang pernah saya punya, menutup pintu di sebelah kanan saya.

Dengan ramahnya Prof. Erdmann menyambut saya, bertanya darimana asal saya, kenapa saya tidak lulus mata kuliah yang dia ajar sebanyak dua kali, dsb. Saat kertas itu diberikan, saya tak mengerti sepatah kata pun yang dia katakan. Keringat dingin mulai membasahi telapak tangan saya. Dia mengerti dan dia menjelaskan sedemikian hingga sampai saya mengangguk. Pertanyaan kedua pun terlontar. Lagi-lagi saya hanya bisa diam dan berputar-putar. Saya tersedak ngeri akan kenyataan.

Dengan ramahnya dia menyuruh saya keluar sebentar selagi dia dan tutor saya itu membicarakan nilai yang akan diberikan. Saya mengucapkan selamat tinggal.

Di luar saya menunggu dan laki-laki lain menenangkan saya. Hr. Ehlers keluar dari ruangan itu, dia dengan wajah simpati berkata, "Sie haben bestanden, aber nur mit 4.0." Saat itu pula saya menyalaminya, berkata terima kasih tak terperi. "Ich wünsche Ihnen viel Erfolg bei Ihrem Studium, schaffen Sie!!", kata-kata yang terlontar dari tutor saya itu dengan wajah yang sangat bersimpati, saya bisa merasakan simpati itu.

Ya Allah, ya Rabb. Inikah jalan-Mu? Yang kembali Kau perlihatkan padaku? Dimana doa tak selalu diberikan tapi mungkin ditunda?

Ya Allah, ya Rabb. Inikah jawaban-Mu? Yang Kau berikan setelah sekian lama kutanyakan? Dimana jawaban itu selalu menantiku di ujung penantiannya?

Ya Allah, ya Rabb. Apakah aku terlambat untuk menarik semua prasangka buruk itu?



*** Kalau di dunia ini ada yang namanya buku kebaikan, ingin rasanya saya membuatnya, menuliskan semua orang-orang yang berbuat baik kepada saya. Menulisnya dengan tinta hitam agar terpatri indah di dalam buku itu. Membuat saya selalu teringat akan jasa-jasa mereka yang hanya sebesar gandum dan yang melimpah seperti sungai-sungai. Pada saatnya nanti, bila saya menjadi seseorang yang hebat, akan saya buka kembali buku kebaikan itu.

Monday, March 29, 2010

Sebuah Hari

Besok adalah "Hari H"

Mungkin bukan kiamat besar, tapi bisa menjadi kiamat kecil bagi saya. Siapa yang tahu? Besok saya mau ujian untuk yang ketigakalinya (mata kuliah yang sama, Wirtschaftwissenschatliche Grundlage für Ingenieur a.k.a. WiWi) Hohoho. Ketiga kali berarti kesempatan terakhir. Terserah dosen mau mendepak atau berbelaskasihan terhadap saya. Atau mungkin Tuhan sedang memikirkannya hari ini? Atau lebih tepatnya semuanya sudah tersusun rapi di catatan kehidupan saya? Only God knows :)

Surat untuk Tuhan...

Tok tok tok... Aku Mengetuk pintu-Mu, Tuhan
Apakah Kau di sana?
Ya

Tok tok tok... Aku mengetuk sekali lagi pintu-Nya
Apakah Kau mendengarku?
Ya

Tok tok tok tok tok... Aku perbanyak ketukan di pintu itu
Apakah Kau bersamaku?
Ya

TOK TOK TOK... Aku buat sekeras mungkin ketukan atas pintu Tuhan
Apakah Kau akan menolongku?
Ya

Apakah besok aku akan diluluskan ujiannya?
...

Apakah besok aku akan lulus?
...

Apakah aku...
...

...

...

Sekenario kehidupan saya akan berputar dalam waktu 18 jam 14 menit CET.

Let you tell me... When tomorrow i pass the exam, what should i do?

Let me tell you... When tomorrow i fail, i will close my eyes and say, it is not the end of the world, let you breath, and cry (maybe), and then open my eyes, and new life begins...

Just think about that! Call my Mom, say Happy Birthday to her and say that i love her so much, i miss her so much too, and say don't be worry about me. End the phonecall and call my bestsie. Say that i failed the exam. Just that. And new life begins...

Just that Dwi :)

Saturday, March 27, 2010

Hijaunya Hati

Saya berlari menuju sebuah ujung tak terelakan.
Kembali menuju titik awal pencerahan.
Hidupnya, matinya.
Tak kan pernah bisa di elak.
Tak tahu harus berjalan kemana.
Hanya derai air yang terus mengalun.
Akankah saya menghilang?
Redup padam lentera kehidupan.
Terpungkiri makna sejatinya.
Saat limbah pekat teraduk rata.
Disitulah saya terkulai.
Jangan lagi ribuan jarum itu tertanam.
Membuat rintihan tak terdengar.
Kesepian tak terjamah.
Nurani yang berdiri.
Biarkanlah saya menjadi angin.
Diatas gambaran pusaka sang alam.
Meneduh rindu pada-Nya.
Mendongak silau akan kekuasaan-Nya.
Atau...
Biarkanlah saya menjadi kabut.
Membendung rindu tak tercapai.
Menekuk malu pada-Nya.
Tak mungkin sampai!
Terlalu pekat dihalaunya.
Terlalu takut seperti pecundang.
Melirih lembut bak samudra hijau...

-duapuluhdelapanmaretduaribusepuluhdisaatrasaitukembaliada-

Friday, March 26, 2010

H-3

kekekekekekekekekekekeke...

H-3 sebelum mündlicheprufüng WiWi, die scheißest Ding ist, hab gar nicht gut vorbereitet!!! kekekekekekekekekekekekeke

Saya mulai kembali ke titik kemalasan. Hahahaha

Tapi saya akan selalu ingat, "Jangan pernah menyalahkan Tuhanmu, kalau memang perlu ada yang dipersalahkan, itu adalah dirimu sendiri."

Great Quote ne?

C'mon DWI!! Lu mau jadi pecundang di dunia yang cuma selebar daun kelor, dimana kegagalan dalam hidup lu gak pernah buat sebuah kebangkitan maksimum melainkan cemooh orang-orang sok tahu dan sok simpati?

Banyak di luar sana yang mengerti lu, tapi lu yang gak pernah mau ngerti mereka, that's the answer. Because you're a LONER.. kekekekkeke

Friday, February 12, 2010

Jangan DIbaca Kalau Gak Suka!!!!

Saya mengerti, menjadi orang yang pura-pura kuat sangatlah mudah.

Saya mengerti, menjadi orang yang meremehkan orang lain sangatlah mudah.

Saya mengerti, menjadi orang yang tak terlihat sangatlah mudah.

Karena saya mengerti, saya menjadi orang yang pura-pura kuat, suka meremehkan orang lain, dan menghindari diri untuk bersama orang lain.

Saya bosan hidup di sini.

Saya bosan dengan otak tumpul yang saya miliki.

Saya bosan dengan dunia tanpa mimpi tapi penuh dengan ilusi.

Saya membenci cemoohan para keparat tak punya kerjaan.

Saya membenci dunia hitam

Saya membenci hidup

Saya membenci diri saya sendiri.

Mungkin kalian bosan dengan semua ini, apa yang saya tulis, dsb. Tapi, berapa banyak orang yang akan membaca tulisan ini? Siapa pun atau apapun yang membacanya, pasti hanya cemoohan yang keluar dari pikirannya. Saya benci kamu!

Saya selalu membenci orang-orang yang mudah putus asa dan melakukan kebodohan-kebodohan tak terkendali, tapi, mungkin saya membencinya untuk mengingatkan diri bahwa saya bukanlah mereka. Tapi, apakah saya mulai mencintai mereka?

Menjadi manusia tanpa emosi mungkin satu-satunya keinginan saya saat ini.
Menjadi manusia tahan banting yang hanya memiliki dirinya sendiri.

Mungkin saya akan mulai menjual kalian semua demi hidup saya?!

Atau mungkin saya akan mulai berbohong kepada kalian?

Atau mungkin saya akan menghilang untuk selamanya?

Atau mungkinkah saya terbebas lepas dari semua ini?

Mungkin...

Lebih baik kalian membecnci daripada mencintai.

Lebih baik

dan

Lebih baik.

Sunday, January 17, 2010

Akankah Kau mendengar?

Beberapa hari yang lalu saya bermimpi saya meninggal. Satu hal yang sangat membekas dalam ingatan saya. Saya panik ketika saya akan meninggal, segala memori keburukan saya berkelebat, semuanya, terutama kelalaian saya menunda shalat lima waktu. Saat itu saya berpikir, kenapa saya belum shalat sebelum ajal saya menjemput. Ingin rasanya saat itu waktu kembali berputar.

Dulu saya pikir, hidup saya masih panjang. Ternyata kematian begitu dekat seperti nafas kehidupan. Saat ini masih berhembus dan entah kapan bisa berhembus kembali.


Tuhanku...

Aku yang tak berdaya
Ingin bangkit dari ketidakberdayaan

Aku yang limbung
Ingin berdiri tegak dijalan-Mu

Aku yang terbatas
Ingin menembus Qalbu-Mu

Aku yang tersesat
Ingin kembali berada di jembatan-Mu

Aku yang putus asa
Ingin mendapatkan semangatku

Aku yang terlelap
Harus bangun dan berjalan disebuah jalan bernama kehidupan

Aku bersimpuh
Aku menangis
Aku memohon
Hanya kepada-Mu

dan...

Matiku, sujudku, bangunku
Hanya oleh-Mu

Tuhanku...
Akankah Kau mendengarku?


malam gelap dingin dan gemerlap 16.01.10 23.30

Tuesday, January 5, 2010

suck!

LIFE IS SUCK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

JUST HATE MY LIFE

JUST HATE MYSELF

JUST HATE THIS WORLD

T_T"

Search This Blog