Thursday, December 18, 2014

Sebuah Awal Tanpa Akhir

Awal tak pernah menjadi akhir, tetapi akhir terkadang akan mengawali awal yang baru. Lalu kenapa aku takut pada akhir dan bukan awal?

Awal akan selalu menjadi awal, tak akan pernah berubah menjadi akhir, tak akan pernah berjalan ketika aku tak memulai. Sedangkan akhir selalu berjalan bersama awal, tak pernah sendiri, meski harus berakhir, dia akan tetap menjadi awal bagi yang lain. Lalu kenapa aku takut pada akhir dan bukan awal?

Awal kadang terlaksana tanpa niat dan kadang berakhir dalam nestapa atau bahagia, namun akhir hanyalah sebuah hasil dari awal yang kita jalani, mau tidak mau, suka ataupun tidak. Lalu kenapa aku takut pada akhir dan bukan awal?

Awal berbisik mesra, mendayu lirih di kedua telingaku, menabuh merdu gendang telingaku, menariku dalam lamunan, berandai-andai. Tapi selalu saja akhir  menakutiku, mencengkramku dalam gapai kasat mata, seperti aku sedang berdiri melihat akhir yang selalu menanti dalam pekat hitamnya dasar hatiku. Lalu kamu tahu kenapa aku takut akhir dan bukan awal?

Sunday, July 20, 2014

Lara, Duka dan Desir

Ternyata lara ini masih mengalun merdu di telingaku, tak mau terlepas dalam lamunan jiwa ini, mencengkram erat detak jantung membantunya memompa dan bekerja lebih kuat, melubangi satu-satunya hati miliku, membuatku tak lagi tahu, haruskah aku tetap membisu? Atau membatu?

Ternyata duka tak pernah tinggalkan diriku, merobek relung batin terdalamku, memampatkan aliran kehidupanku, mengeruk habis air mata dalam kantung mataku, membuatku tak lagi tahu, haruskah aku tersedu? Atau mengaduh dan mengadu?

Desir-desir itu kembali bersama angin, berhembus meniup daun-daun kehidupanku menjadi berserakan, seperti taifun yang mereda, meninggalkan sejuk dan matahari palsu, kebahagiaan palsu, membuat hijau menjadi cokelat, membuat biru menjadi abu-abu, mengapa? Aku pun tak tahu.

Lara dan duka selalu satu, padahal mereka tak pernah satu, tak pernah sama, tapi ternyata mereka datang bersamaan dalam mimpiku, dengan desiran yang tak pernah kumengerti dan kuingini, mengapa?

dan aku pun tak tahu....

Monday, May 26, 2014

Man In The Mirror - MJ

Sedang senang mendengar lagu ini, sebagai pengingat bahwa segala perubahan haruslah di mulai dari diri sendiri, bukan dengan banyak bicara, bukan dengan banyak mengeluh, bukan pula dengan terlalu banyak berpikir tanpa ada yang dikerjakan apalagi hanya menyalahkan dan mencela apa-apa yang dilakukan oleh orang lain.

Selalu ada awal, permulaan, pendahuluan untuk semua yang ada di muka bumi ini...

Teruntuk diri ini, teman yang tercinta dan para manusia pencela yang berada di mana saja :)

I'm gonna make a change, For once in my life. It's gonna feel real good, Gonna make a difference. Gonna make it right... 
As I, turn up the collar on, my Favorite winter coat. This wind is blowin' my mind. I see the kids in the street, With not enough to eat. Who am I, to be blind? Pretending not to see their needs. A summer's disregard, A broken bottle top, And a one man's soul. They follow each other on The wind ya' know '. Cause they got nowhere to go. That's why I want you to know 
...
I'm starting with the Man In The Mirror (Ooh!) I'm asking him to change his ways (Change his ways - ooh!) And no message could've Been any clearer If you wanna make the world A better place (If you wanna make the World a better place) Take a look at yourself and Then make that... (Take a look at yourself and Then make that...) Change!
...
I love this version, they were goooooood!

Monday, May 5, 2014

happiness

"Happiness doesn't come knocking on our door. 
Rather, it permeates from within us,
like the scent of a flower."
~ Monk Beopjeong ~

Saturday, April 5, 2014

Minion Me

photo by Tuwuh S.

I'm cute, right? kekekeekekekekeekekee

Tuesday, April 1, 2014

Kenyataan

Kamu yang tak bisa tergantikan.
olehku, olehnya dan oleh orang lain.
Aku yang tak bisa tergantikan,
olehmu, olehnya dan oleh orang lain.

Tapi,
Kenapa aku ingin menjadi seorang kamu?
Kenapa aku iri melihatmu?
Kenapa aku menjadi palsu dihadapanmu?
Kenapa?

Mungkin,
Aku ternyata bukanlah aku.
Aku tak pernah menjadi seorang aku.
Aku hanyalah aku yang palsu.

Ternyata,
Seorang aku hanyalah aku.
Aku yang tak bisa tergantikan,
olehmu, olehnya dan oleh orang lain.

Friday, March 7, 2014

youth




I really miss my oooooooldself,
cheerful,
confident,
didn't talk to much...

Saturday, February 15, 2014

The Beginning of Quarter Life Crisis

I'm 25 years old girls oops... woman now. Being twenty something tanpa impian yang nyata alias pikiran ngawang, iman yang terus bergoyang kesana kemari,  tanpa ( belum ada )gelar di belakang nama, masalah kesehatan itu-itu juga (gigi bolong, dsb), pekerjaan tidak tetap yang mulai terasa membosankan, kuliah yang itu-itu saja, membuat saya cuma bisa bengong sambil kebawa mimpi di siang bolong. Setengah nightmare, setengah mimpi gak jelas.

Apa yah yang harus saya lakukan? Resolusi belum di buat, sedikit kena post traumatic syndrome, karena tiap buat resolusi, begitu dilihat, dibuka dan diteliti di akhir tahun cuma bisa mesem-mesem sendiri ngelihat bagaimana resolusi saya terkubur hidup-hidup dari gemerlapnya hidup saya ( gemerlap versi saya loooh, bukan versi anda-anda sekalian ).

 Setahun berlalu dan saya telah memakai sisa umur yang terus tergilas waktu, detik demi detik yang kadang saya tidak hargai, terbuang bagai membakar uang di depan mata sambil cekikikan sendiri, soalnya saya tahu waktu lebih mahal dari uang tetep aja uang yang di dahuluin, begitu ada uangnya malah dibakar sia-sia. Hadeeuhhhh TT_TT , ini perumapamaan paling gak banget di tulisan ini sepertinya.

Sudah setahun berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan yang ingin saya kubur dalam-dalam atau kenangan-kenangan yang hanya meninggalkan bisikannya saja atau bahkan kenangan yang membekas di hati. Apapun itu, seharusnya saya bersyukur karena saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan hal-hal yang bisa menjadi kenangan, yang bisa saya jadikan pelajaran, yang bisa membantu saya untuk tidak menjadi manusia bodoh yang melakukan kesalahan-kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya. Ahhhhh kenangan, sayang saya punya penyakit psikologis hati  yang namanya short memory loss syndrome , bukannya gak mau saya sembuhin, tapi sengaja di pelihara buat bikin alasan-alasan nyata.

Terlepas dari semua itu, apa resolusi terbesar saya untuk saya yang berumur 25 tahun ini?
  • Saya ingin jadi sarjana
  • Saya ingin punya uang banyak imageimageimage
  • Saya ingin iman yang stabil, bukan naik turun kayak roller coaster ( mending roller coaster, sempet naik sempet turun, lah kalau di bawah terus? Mandeg kali Wi namanya imageimageimage )
  • dan lain lain.
Doakan yaaaaaaaaaa imageimageimage


Menu syukuran kemarin dulu itu temanya Makasar, jadi saya membuat coto makasar isi jeroan ( babat dan hati ) dan daging sapi plus es pisang ijo yang maknyuusssssss. Dapet kue red velvet juga dari Sari :))

>> My 25th Birthday presents from my beloved ones, kekekke, I'm 25 years old girl who still got birthday presents <<


Buat yang kangen sama Berlinerinen...





Thank you and love you ...

God gave us the gift of life; it is up to us to give ourselves the gift of living well.~Voltaire~


Search This Blog