Monday, August 16, 2010
Duh Wanita

Duh wanita, bibirmu begitu berbisa dan membuat kuping ini memerah. Andai saja aku bisa mengunci rapat mulut itu, dengan senang hati akan kulakukan. Aku memang bermuka dua, tak mau kau benci tapi kadang aku membenci mulutmu, yang mengoceh tiada henti akan seluk beluk seluruh sifat manusia di dunia.
Duh wanita, sungguh aku mencintaimu karena Tuhanku, tapi perkataanmu membuat pahala yang kukumpulkan sedikit demi sedikit, terkuras sedikit demi sedikit pula hingga tak bersisa hanya dengan mendengarnya. Kapan kah aku bisa mengembalikan itu semua?
Duh wanita, bagaimana orang yang kau kasari dengan perkataanmu itu mendendam? Maka ia akan terus membelenggumu dalam dosa, karena dialah yang tertindas.
Duh wanita, kau adalah seorang pintar dan baik budi, mengapa harus kau nodai dengan perkataan-perkataan jahat itu?
Ingin aku merangkulmu dan berkata, "Sudahlah!" dan mengakhiri semua perkataanmu.
Wednesday, July 14, 2010
My Flower
My Flower
You are my flower,
not because you are prettier than other flowers.
You are my flower,
not because you are more fragrant than other flowers.
You are my flower,
because you have already blossomed in my heart.
-anonymous-

Photo : www.myspace.com/sammyhund
Monday, July 12, 2010
Bingung
Duh semakin dipikir, semakin ingin melepasnya... T_TThursday, June 24, 2010
My Name is Khan
Baru menonton My Name is Khan. Walau ada beberapa point yang berbeda dengan pandangan saya. Satu point lebihnya adalah... bisa membuat dui si manusia jarang menangis ini meneteskan air matanya saat dia bilang, " Yes, my name is Khan and i'm not a terrorist, and here is my son, his name is Sameer and he wasn't a terrorist either."

" No, no, no. Prayer should never depend upon the place or the people, it should depend only on your belief. "
Subhanallah. Kapan yah kata-kata itu bisa terwujud? 4/5
Tuesday, June 22, 2010
Bukan Sia-Sia
Terlontar sebuah kalimat dari mulut saya Sabtu kemarin. "Sayang aja, gara-gara mau pindah jurusan, kok kayaknya 2 tahun saya kuliah tapi pada akhirnya terasa sia-sia."
Dijawablah pernyataan saya oleh Mbak Fay yang intinya sbb : Tidak pernah ada sebuah kesia-siaan dalam hidup ini. Karena dibalik semua yang terjadi, selalu ada pengalaman yang kita dapat, dimana pengalaman itu gak bisa dibandingkan dengan kata sia-sia. Pengalaman yang lebih mahal dari segalanya di dunia.
Kalau dipikir-pikir lagi, bener juga ya. Setiap manusia punya jalan hidup masing-masing. Mereka yang menentukan dan wajar aja kalau setiap manusia punya akhir hidup yang berbeda-beda pula di setiap bab-bab dalam hidup mereka.
Buat apa merasa hidup ini sia-sia. Toh tanpa kita sadari, kita selalu mendapatkan sesuatu yang baru, dimana proses pembelajaran bernama kehidupan terus berjalan. Dimana kita tahu mana yang benar mana yang buruk, mana yang harus dilakukan mana yang lebih baik disingkirkan, mana yang harus diprioritaskan.
Hmmm... Jadi, let's be positive :))
Saturday, June 12, 2010
Fiksi
Aku akan mengejarmu sampai ke bulan, menjelajah andromeda dengan milky way-nya, terus berjalan sampai tahu kemana kamu akan membawaku. Ya KAMU!! Akan ku kejar kau sampai melintasi jurang dan lembah yang sunyi dan gelap, sampai tak ada lagi jalan pintas yang bisa kutemui.Aku akan berhenti di sana, di sebuah tempat asing tak berpenghuni dengan satu rumah di tengan hutan rimba belantara yang dikelilingi laut sunda kecil yang didepannya terdapat gapura dengan tengkorak kerbau diatasnya, tempat para lanun bersemayam.
Aku akan menghentikanmu dimanapun kau berada, di atas puncak dengan es abadi dan ular berkaki yang sekali gigit akan nikmat rasanya. Melayang langsung ke langit ketujuh lewat beribu tahun dengan kegelapan tanah pekat dan siksa cambuk sang penjaga.
Aku akan berjalan semakin dekat denganmu, menyelam timbul tenggelam di antara air yang terbelah, seperti bunglon yang tak pernah menemukan jati dirinya. Teronggok kaku berharap tidak diketahui oleh siapa pun.
Aku akan tertidur, di mana di situ ada dirimu, berhampar tanjakan cinta dengan laut biru cerah di atas kepala. Mengenang segala yang tak pernah terjadi dan menjadikannya obsesi.
Ahhh... Omong kosong!
dan aku pun kembali keduniaku. (:
-menyelamiapayangdicarisambilmerangkaikatakatatakberartiyangmenjadikannyasebuahkalimatdanceritera-
Friday, May 28, 2010
Labor dan Cinderella's Sister
Sekarang saya berada di depan langit kelabu bersemburat jingga dan ungu. Menunggu drama rabu-kamis Korea favorite saya, Cinderella's Sister. Kenapa saya suka drama ini? Karena pemeran utamanya adalah salah satu artis Korea favorite saya, Moon Geun Young.Drama ini minggu depan habis masa tayangnya, yang berarti (seharusnya) waktunya lebih berkonsentrasi dengan kuliah. T_T
Tapi, itu pula yang saya janjikan dalam hati ketika menunggu habis drama Pasta. Akankah terulang lagi? Setelah CS selesai. Maka akan ada CS CS yang lainnya, atau Pasta Pasta lainnya.
Tadi sore, saya ada labor MiBi2, setiap minggu akan ada tes kecil di awal labor, kalau sampai dua kali gak lulus tesnya, berarti keluar (baca: menunggu tahun depan untuk mengulang segalanya, d.h. membuang-buang waktu selama 2 semester di dunia).
Setelah tes, saya dipanggil oleh pembina lab, dia panggil nama saya dan joe. Fr.Gebhart hanya menatap saya. "Was ist Ihre Probleme? Sprache?" "Haben Sie die Berechnungen geübt?" "Sie können das mit Logic antworten." "Wenn Hr. Stahl sieht dies, dann müssen Sie raus, aber ich gebe Ihnen noch Chance!"
Gak ada satupun dari pertanyaan Fr.Gebhart yang bisa saya jawab, karena saya sendiri bingung harus menjawab apa. Haruskah saya menjawab karena drama Korea? hahahahahahahaha. Saya pun hanya terdiam.
Saya kembali ke tempat duduk, teman saya bertanya, saya pun kembali terdiam dan tersenyum. Setelah semuanya selesai, Tutor lab saya meminta teman saya untuk membantu saya dan dia kembali bertanya. "Hast du etwas nicht verstanden?" Lagi-lagi saya menggeleng. Saya bosan berkelit dari kesalahan sendiri. Saya bosan untuk terlihat pura-pura mengerti di depan orang lain. Bukan karena saya gak mau tahu, tapi saya benar-benar gak tahu apa yang ada dalam otak saya. Saya selalu mencari pelarian untuk sesuatu yang membuat saya merasa terbebani. Saya bosan dengan pertanyaan, apakah saya baik² saja? Karena saya gak punya jawaban pasti akan hal itu.
Mungkin saya sedang kehilangan yang namanya motivasi hidup yang bisa membuat hidup saya lebih terarah. Kemanakah sang motivasi pergi? Saya pun (lagi²) gak tahu. Kemanakah saya harus mencari sang motivasi? Entahlah...