Showing posts with label people. Show all posts
Showing posts with label people. Show all posts

Saturday, February 15, 2014

The Beginning of Quarter Life Crisis

I'm 25 years old girls oops... woman now. Being twenty something tanpa impian yang nyata alias pikiran ngawang, iman yang terus bergoyang kesana kemari,  tanpa ( belum ada )gelar di belakang nama, masalah kesehatan itu-itu juga (gigi bolong, dsb), pekerjaan tidak tetap yang mulai terasa membosankan, kuliah yang itu-itu saja, membuat saya cuma bisa bengong sambil kebawa mimpi di siang bolong. Setengah nightmare, setengah mimpi gak jelas.

Apa yah yang harus saya lakukan? Resolusi belum di buat, sedikit kena post traumatic syndrome, karena tiap buat resolusi, begitu dilihat, dibuka dan diteliti di akhir tahun cuma bisa mesem-mesem sendiri ngelihat bagaimana resolusi saya terkubur hidup-hidup dari gemerlapnya hidup saya ( gemerlap versi saya loooh, bukan versi anda-anda sekalian ).

 Setahun berlalu dan saya telah memakai sisa umur yang terus tergilas waktu, detik demi detik yang kadang saya tidak hargai, terbuang bagai membakar uang di depan mata sambil cekikikan sendiri, soalnya saya tahu waktu lebih mahal dari uang tetep aja uang yang di dahuluin, begitu ada uangnya malah dibakar sia-sia. Hadeeuhhhh TT_TT , ini perumapamaan paling gak banget di tulisan ini sepertinya.

Sudah setahun berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan yang ingin saya kubur dalam-dalam atau kenangan-kenangan yang hanya meninggalkan bisikannya saja atau bahkan kenangan yang membekas di hati. Apapun itu, seharusnya saya bersyukur karena saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan hal-hal yang bisa menjadi kenangan, yang bisa saya jadikan pelajaran, yang bisa membantu saya untuk tidak menjadi manusia bodoh yang melakukan kesalahan-kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya. Ahhhhh kenangan, sayang saya punya penyakit psikologis hati  yang namanya short memory loss syndrome , bukannya gak mau saya sembuhin, tapi sengaja di pelihara buat bikin alasan-alasan nyata.

Terlepas dari semua itu, apa resolusi terbesar saya untuk saya yang berumur 25 tahun ini?
  • Saya ingin jadi sarjana
  • Saya ingin punya uang banyak imageimageimage
  • Saya ingin iman yang stabil, bukan naik turun kayak roller coaster ( mending roller coaster, sempet naik sempet turun, lah kalau di bawah terus? Mandeg kali Wi namanya imageimageimage )
  • dan lain lain.
Doakan yaaaaaaaaaa imageimageimage


Menu syukuran kemarin dulu itu temanya Makasar, jadi saya membuat coto makasar isi jeroan ( babat dan hati ) dan daging sapi plus es pisang ijo yang maknyuusssssss. Dapet kue red velvet juga dari Sari :))

>> My 25th Birthday presents from my beloved ones, kekekke, I'm 25 years old girl who still got birthday presents <<


Buat yang kangen sama Berlinerinen...





Thank you and love you ...

God gave us the gift of life; it is up to us to give ourselves the gift of living well.~Voltaire~


Friday, December 27, 2013

R.I.P. Schnuffi

Perkerjaan paruh waktu saya yang lain adalah menjadi babysitter untuk dua anak yang sudah bukan bayi lagi :), satu anak laki-laki berumur 8 tahun dan satu anak perempuan berumur 12 tahun, jadi mungkin lebih tepatnya saya menyebut diri saya Kinderbetreuerin alias perempuan yang menjaga anak-anak. Tiga tahun lebih saya menjalani pekerjaan paruh waktu ini dan dalam tiga tahun itu pula saya kadang menjaga ( memberi makan ) binatang-binatang peliharaan keluarga ini. Meskipun saya katakan binatang peliharaan, lebih tepatnya ikan-ikan mikro dalam akuarium super mini punya si anak laki-laki, ikan-ikan hias dalam akuarium lumayan besar punya sang bapak dan satu hamster betina bernama Schnuffi punya si anak perempuan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka merayakan natal di luar negeri untuk mengunjungi nenek dan kakek mereka. Oleh karena itulah saya diminta tolong oleh sang ibu untuk memberikan makan para binatang peliharaan itu setiap dua hari, yaitu tanggal 24 dan 26 Desember 2013.

Saya datang sekitar pukul 20:00 di malam Christmas Eve,  saya pun masuk dan memberi makan ikan-ikan mikro, save! Tidak ada yang mengambang alias mati. Kegiatan pun berlanjut ke ikan-ikan hias, mereka begitu ganas melahap makanan ikan yang seperti kertas wana-warni dan tentu saja ikan-ikan ini pun semuanya bertahan hidup. Akhirnya saya membuka kulkas, menimang-nimang makanan basah apa yang akan saya berikan kepada Schnuffi, pilihan saya akhirnya jatuh pada daun selada. Sebelum saya berikan kepada Schnuffi, tentu sajadaun selada itu saya robek kecil-kecil sebelum saya berikan kepada si kecil Schnuffi. Karena tempat makanan basah Schnuffi kosong, maka saya tidak curiga dan tidak khawatir kalau ada kemungkinan Schnuffi mati, lagi pula wajar-wajar aja Schnuffi jam segitu masih tidur dan belum berkeliaran dikandangnya. Setelah memastikan semua lampu mati akhirnya saya pun pulang ke rumah.

Kemarin malam yaitu tanggal 26 Desember 2013, saya pun kembali ke rumah itu untuk memberi makan hewan-hewan peliharaan itu. Dimulai kembali dengan ikan-ikan mikro, ikan-ikan hias, membuka kulkas, memotong wortel, lalu datang ke kandang Schnuffi, tapi ternyata daun-daun selada itu masih ada di sana, teronggok tak tersentuh oleh Schnuffi. Perasaan saya pun mulai was-was, dengan jantung berdebar-debar dan panik, akhirnya saya bongkar rumah Schnuffi di dalam kandang besar itu. Apakah yang saya lihat? Schnuffi berbaring menyedihkan dengan dan dingin tak lagi bernafas ataupun bergerak. TIDAAAAAAAAKKKKKKKK! Ingin rasanya menitikan air mata melihat keadaan Schnuffi yang seperti itu. :( Dengan paniknya saya pun me-SMS sang bapak dan sang ibu. Akhirnya beberapa menit kemudian saya mendapatkan SMS balasan yang berisi permintaan tolong untuk membekukan Schnuffi di freezer. Dengan hati yang berat akhirnya saya membekukan Schnuffi di kulkas ( semoga tidak ada orang lain selain keluarga itu yang melihat bangkai hamster di tempat es dan membuangnya tanpa tendeng aling-aling :). Amin. )

R.I.P. Schnuffi....



Schnuffi itu tragis hidupnya, dia dibeli sebagai hadiah ulang tahun si anak perempuan ke 10 tahun sebagai pengganti hamster kesayangan si anak perempuan yang telah mati beberapa waktu yang lalu. Si anak perempuan begitu bahagia dengan hadiah hamsternya. Setiap malam, sebelum tidur, dia tidak lupa mengeluarkan Schnuffi dari kandangnya, bermain di kamar dan kadang di bawa ke ruang tengah untuk menonton televisi bersama-sama. Saya pikir waktu-waktu itu adalah titik terbahagia dalam hidup Schnuffi. Entah kapan, si anak perempuan mulai lebih suka memainkan smartphone-nya, mengobrol dengan teman-temannya dengan videochat via Skype atau chatting dengan applikasi Watsup, entah kapan, Schnuffi pun terlupakan....

Pernah suatu saat si anak perempuan sudah bersiap-siap untuk menarik selimutnya untuk tidur, ketika saya bertanya apakah dia sudah memberikan Schnuffi makan? Dia hanya dengan malasnya berjalan ke dapur, memasukan sayuran itu ke dalam kandang dan pergi tidur, tanpa belaian, tanpa mengobrol dengan Schnuffi-lein. Apakah dia telah melupakan rasa  bahagia yang dia rasakan dulu saat akhirnya orangtuanya membelikan Schnuffi? Apakah dia telah melupakan bahwa Schnuffi ada di sana karena rengekannya?Apakah dia lupa?!

Schnuffi, kadang saya yang mengelus Schnuffi sambil bertanya dalam hati, kenapa manusia kadang egois? Sejak kecil, saya tidak pernah punya hewan peliharaan milik saya sendiri dan saya pun tidak pernah merengek minta dibelikan hewan-hewan tersebut. Kakak saya punya burung merpati yang akhirnya di buang oleh ibu saya karena takut akan virus H5N1 :), kakek saya punya burung nuri yang pintar berbicara tapi mati karena sakit seminggu setelah kakek saya meninggal, bapak saya punya burung-burung parkit yang akhirnya mati satu persatu karena tua dan sakit-sakitan, ibu saya punya ayam-ayam yang mati satu-satu untuk jadi santapan keluarga :) atau kucing liar bernama HanHan yang selalu datang untuk minta makan dan menjaga rumah saya dengan gagahnya dari tikus-tikus got super besar, saya dan kakak saya punya kura-kura brazil yang mati karena dibunuh oleh kucing garong yang entah bagaimana bisa masuk ke rumah, adik saya punya hamster yang menjadi kanibal dan membunuh teman sekandangnya, terakhir kami punya kura-kura yang berumur lebih tua dari saya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kedua orangtua saya ( entah siapa orang itu, entah apa yang ada dalam pikirannya untuk memberikan hadiah kura-kura T_T ). Meskipun semuanya mati, tapi saya yakin, setidaknya mereka tidak kekurangan sedikit pun kasih sayang dari saya dan keluarga, tidak terbengkalai dan tidak juga di biarkan begitu saja, mereka selalu kami ajak bicara, penuh cinta, kekekekeke.

Intinya, wahai kalian yang punya anak, coba anaknya dikasih tahu tentang tanggung jawab ketika mereka merengek minta binatang peliharaan, bahwa binatang peliharaan adalah mahluk hidup yang ketika kita lalai, maka nyawa mereka lah yang menjadi taruhannya, maka jiwa merekalah yang terancam. Bukankah sekecil apapun kesalahan yang kita lakukan akan ada balasannya di hari akhir nanti? Hidup nya dan mati nya mereka memang bukan ditangan kita, tapi, setidaknya kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan apa yang kita pelihara....

Tuesday, March 6, 2012

Para Kaum Pada Tempatnya

Menjadi kaum pecinta harta. Mungkinkah ? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika dalam pikiran ini hanya ada niat untuk bekerja banting tulang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang tidak lagi standard seperti dulu saat uang pas-pasan. Ketika pola hidup dan kebutuhan berubah karena sesuatu dan lain hal. Ketika semua itu hanya bisa dilaksanakan dengan materi semata dan tujuan hanya untuk menambah harta. Apakah aku kaum pecinta harta?

Menjadi kaum yang masa bodoh. Mungkinkah? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika  melihat para pemabuk itu mengulurkan tangannya untuk meminta saat musim dingin telah tiba. Aku memalingkan muka, berjalan bergeser pada anak tangga yang tak bertuan. 
Ketika melihat para wanita eropa timur itu bertanya apakah bisa berbahasa inggris. Tanpa ba bi bu, aku langsung menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Apakah aku kaum yang masa bodoh?

Menjadi kaum asosial. Mungkinkah? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika kamar dingin ini menjadi satu-satunya tempat yang bukan ternyaman, tetapi tempat untuk menghindari dunia luar dan sekitarnya. Ketika tempat ini begitu sunyi dan terisolasi dari dunia luar yang padahal hanya berlapis dinding tipis. Ketika tempat ini mengunci sebagian dari akal-akal sehat yang masih bisa disembuhkan. Apakah aku kaum asosial?


Sunday, November 8, 2009

kenapa?

Kenapa kita harus bertanya pada orang lain tentang seseorang yang kita cintai? Apakah kalau orang lain merasa seseorang itu tidak baik. Maka kita akan menekan perasaan kita untuk tidak lagi mencintai seseorang tersebut?

Kenapa kita gak menerima seseorang itu seutuhnya? Kenapa kita butuh pembenaran dari orang lain?

Kenapa kita tidak bertanya pada diri sendiri, apakah kita sanggup menerima seseorang tersebut tanpa campur tangan orang lain?

Kenapa kalau kita mau melangkah selangkah lebih maju, kita mendekati orang terdekat dari seseorang itu untuk bertanya macam2 ? Apakah kita gak cukup pd untuk menerima diri kita dan mengambil segala resiko yang menunggu kita di ujung sana?

Kita semua terlalu pengecut untuk menjalani jalan kehidupan.
Kita semua terlalu egois dan takut tersakiti.
Kita semua... Entahlah...

---> Hari ini mendengar satu cerita mengejutkan. Er machte gleicher Fehler, wie immer. Er liebt zwei Frauen. Eine ist ganz jung und die andere war älter als er.
Er sagte, "Ich liebe die alte, aber sie hat schon ein Kind und ein Mann." Warum muss er in eine Frau, die schon ein Mann hat, verliebt sein?. Also meinte er, "Ich hasse dieses Gefühl!" Dann fragte ich warum. Er antwortete, "Weil ich dieses Gefühl nicht kontrollieren kann!" Ich sagte, "Doch! Dein Gefülh kann kontrolliert werden, aber nicht so einfach, es ist schwer, weiss ich das. Aber geht das schon!" BLÖD!!

Sunday, March 15, 2009

sedikit berbicara, banyak bekerja

minggu kemarin gw mulai kerja lagi jadi buruh... lumayan buat makan bulan depan... ^^ di sini lah gw melihat bukti nyata seseorang dengan sifat sedikit berbicara banyak bekerja...

gw kerja di mesin itu gara2 mesin gw rusak... dan si operator mesin itu dua duanya ibu2 berusia 40an lah...

yang satu tipikal gw namain ibu jamur, soalnya dia punya potongan rambut kayak jamur merang (apalagi pas ditutupin pake penutup kepala steril, sumpah... mirip banget kayak jamur di komik smurf) dengan badan yang imut banget untuk ukuran orang jerman...

dia hobinya ngomong terus... dan suka banget ketawa... tapi menurut gw ini tipikal yang suka ngomong beda2 sama orang... dia suka banget cerita sesuatu hal yang berhubungan... contohnya... salah satu operator mesin lain bawa kue ulang tahun yang bentuknya bulet
... dan dia abis itu menimpali... kenapa kue buatan pabrik bisa bulet dan bentuknya kayak gitu dan sebagainya dan sebagainya?? (kadang itu semua pengetahuan mearik buat gw... tapi di sisi lain... gw gak peduli... yang penting gw dapet kuenya dan kuenya enak... haha)

dia jarang memperhatikan gw, walaupun dia suka banget senyum...

lain lagi dengan ibu kedua... mukanya... buset dah... nekuuukkkkk dan berlipat2 (kiasan buat orang dengan tampang sangat tidak ramah)... dia jarang banget senyum... tapi klo gw sapa... dia pasti nyapa balik dengan senyum yang bertahan hanya 3 detik...

tapi...
dia perhatian banget... dia selalu bantuin gw buat bawain barang2... pokoknya dia menolong tanpa gw sadari gerak geriknya... dan klo misalnya udah emang waktunya pulang... di saat operator lain dengan cuek nya bilang.. "Daaahhhhh"... cuma dia yang nyari orang lain buat kerja di mesin gw dan nyuruh gw pulang...

benar2 tipikal orang yang langsung bekerja tanpa harus banyak bacot... hehehhe... sedikit sarkatis... tapi gw sangat menghormati ini ibu...

ahhhh.... moga2 gw kerja terus sama dia... hope so...

Search This Blog