Showing posts with label movies. Show all posts
Showing posts with label movies. Show all posts
Sunday, March 20, 2016
Doa Yang Baik
Beberapa hari ini lagi suka nonton acara reality show Amerika yang judulnya What Would You Do (WWYD), secara garis besar reality show ini merupakan social experiment tentang apa yang akan seseorang lakukan bila mereka berada dalam atau melihat suatu keadaan yang melenceng dari norma kehidupan sosial. Apakah mereka akan terjun langsung atau kasarnya ikut campur atau memilih untuk pura-pura tidak melihat atau cuek bebek. Keadaan-keadaan yang di reka ulang tim WWYD kebanyakan based on true story. Banyak dari pengirim penasaran atau sekedar ingin mendapatkan dukungan moral bila hal-hal tersebut terjadi (kembali) di kehidupan mereka.Banyak keadaan yang secara pribadi pernah saya alami dan seperti mayoritas manusia yang menjalani social experiment di WWYD, saya terkadang lebih memilih diam (lebih tepatnya takut dalam mengambil tindakan), bimbang dan akhirnya berlalu begitu saja.
Meskipun Amerika terkenal dengan keindividualismeannya, tetapi melalui WWYD saya melihat segelintir (untuk kasus personal) dan mayoritas (untuk kasus non personal seperti pelanggar aturan) orang yang berani mengambil tindakan berdasarkan rasa kemanusiaan. WWYD juga sedikit banyak membuka mata saya, membantu saya mempunyai bayangan kasar apa-apa yang seharusnya saya lakukan bilamana kejadian-kejadian seperti itu menimpa saya kelak.
Setelah menonton beberapa episode WWYD, banyak hal yang menarik dan membuka mata saya tentang beragam bentuk pola pemikiran dan perilaku manusia-manusia jaman sekarang. Tetapi salah satu bagian yang paling menarik adalah bagaimana seseorang mendoakan kebaikan untuk orang yang berprilaku tidak baik.
Secara garis besar atau seringnya, aktor dan aktris yang berperan dalam WWYD berperilaku amat sangat tidak menyenangkan, they're really a j**k, bad people and even when you're there you'll think they deserve a F word. Sorry for the bad words. :D Meskipun demikian banyak dari mereka a.k.a. orang-orang malang yang terjerumus dalam eksperimen tersebut membalas orang-orang tidak beradab ini dengan doa yang baik. Salah satu contohnya adalah dengan berkata, "Semoga saja kamu tidak akan pernah mendapatkan anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus (disable people)!" --> kata ini terlontar dalam episode apa yang kamu lakukan bila ada kostumer yang mencaci maki atau merendahakan seseorang dengan down syndrome. Atau semoga saja kamu tidak akan pernah mengalami apa yang orang ini rasakan atau contoh-contoh serupa lainnya.
Meskipun mungkin mereka berdoa seperti itu lebih karena mereka khawatir apa yang akan dilakukan orang-orang 'jahat' ini apabila hal-hal tersebut menimpa mereka atau orang-orang terdekat mereka. Mereka mungkin hanya tidak ingin kejadian menyakitkan yang mereka lihat tidak terulang lagi dan atau-atau yang lainnya.
Tetapi pada kenyataan yang sering saya alami sendiri adalah dimana orang-orang di sekitar saya termasuk saya sendiri lebih banyak berdoa sesuatu yang buruk ( a.k.a. sumpah serapah ) kepada orang-orang tersebut. Manalah ada kepikiran saya akan mendoakan kebaikan untuk mereka-mereka itu, yang ada saya menyumpahi mereka seperti, " Coba kena sendiri, baru tahu rasa!" Pernahkah kamu melakukan itu?
Mungkin sudah saatnya saya mulai belajar untuk mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang melakukan keburukan. Siapa tahu doa itu dikabulkan dan membuat dunia ini yang kelak akan di huni oleh keturunan-keturunan kita semakin layak huni, semakin manusiawi karena manusia jaman sekarang semakin terkikis rasa simpati dan empati.
Saya ingin memulainya. Sekarang.
Sunday, December 11, 2011
Bronze Medalist
Sambil menunggu seorang Riska Nur Barokah menyelesaikan masakan, saya mencari-cari film di hard disk kesayangan saya untuk ditonton bersama nanti, sambil memikirkan wangi yang memenuhi ruangan ini akhirnya mata saya tertuju pada judul >>Bronze Medalist<<.Film yang menggelikan atau lebih tepatnya ber-genre komedi yang penuh air mata. Hehe. Tapi apapun itu, seperti yang selalu saya suka dari film-film seperti ini adalah selalu ada hal menarik yang ingin saya terapkan dalam hidup saya (walaupun pada akhirnya cuma menempel di dalam kepala ini selama sepersekian jam dalam kehidupan saya selanjutnya).
Pelatih Ji Bong adalah seorang atlet angkat besi yang menjadi cacat dan lemah jantung setelah berlomba di olimpiade Seoul 1988 dan walaupun akhirnya memenangkan medali perunggu. Dia yang terpuruk dan akhirnya menemukan hidupnya kembali saat menjadi pelatih di sebuah sekolah menegah di Korea. Secara singkat pada akhirnya (mungkin) salah satu dari anak asuhannya yang bernama Yongja berhasil mendapatkan emas di olimpiade 2008.
>>Yongja, everybody tries to win the gold. But just because you win the bronze, it doesn't mean your life will be a bronze medal life. And just because you win the gold, it doesn't mean your life will be a gold medal life. If you try your best and don't give up, your life itself will be a gold medal. That in itself is priceless.<< -Lee Ji Bong-
Quote di atas mengingatkan saya pada sebuah pemikiran dimana kehidupan itu tidak melulu sebuah hasil akhir, tapi kehidupan juga sebuah proses mencapai hasil akhir. Seburuk apapun hasil akhirnya, kalau ternyata proses yang dilalui adalah kerja keras, keringat, doa dan kejujuran, maka hasil akhir akan berubah tergantung dari sudut pandang mana yang kita lihat dari sebuah kegagalan.
Saya punya seorang dosen informatik yang merangkap menjadi dosen dua mata pelajaran lainnya. Dalam satu semester dia akan mengadakan dua sampai tiga kali ujian di depan komputer yang nilainya dapat saya lihat bila menekan tombol >>BERIKAN<< Dia selalu memberikan wawancara setelah ujian yang memungkinkan saya mendapat nilai lebih. Kalau ternyata hasil satu kelas buruk, maka dia akan menurunkan standard kelulusan ujian tersebut.
Sekilas saya bertanya dalam hati, >>Apakah dia tidak takut di bilang menurunkan standard mata pelajarannya sendiri?<<
Menurut saya dia adalah satu dari sekian banyak dosen saya yang selalu mengutamakan proses daripada hasil akhir. Saat dia menurunkan standard. Saat itulah saya merasa dia menantang para mahasiswanya dengan berkata, >>Kalau kalian butuh nilai untuk lulus, maka akan saya berikan dengan semudah-mudahnya, tapi apa yang saya selalu saya sampaikan di setiap mata kuliah adalah pelajaran yang sesungguhnya yang akan berguna kelak dalam kehidupan pekerjaan kalian para mahasiswa, pelajaran yang hanya bisa didapatkan dari pengalaman.<<
>>Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula.<<
Tuesday, June 28, 2011
bad boy

girls likes bad boys :)me too ( just for fun )
Saturday, December 18, 2010
Let's love like we've never been hurt before
Let's dance like no one is praising us
Let's love like we've never been hurt before
Let's sing like no one is listening to us
Let's work like we don't need money for it
Let's live like today is a doomsday
~Author Unknown~
Saat saya melihat quote di atas, saya berpikir, apapun yang saya lakukan saat ini, bumi tetap akan berputar pada porosnya sambil mengelilingi matahari sebagai pusatnya, sampai saatnya Tuhan menyuruhnya berhenti.
Apapun yang kita lakukan terlepas pada nantinya dia akan mengubah sesuatu di luar dirinya hanya akan berpengaruh hanya pada hidup yang kita miliki terlebih dahulu.
Quote itu mengajarkan saya untuk mencintai diri saya dan kehidupan saya dengan menyadarkan saya untuk melakukan segala hal yang saya ingin lakukan.
"Just do it first Dwi!"
Sebelum semuanya terlambat dan sebelum adanya penyesalan, just do it, before it's to late
Thursday, June 24, 2010
My Name is Khan
Baru menonton My Name is Khan. Walau ada beberapa point yang berbeda dengan pandangan saya. Satu point lebihnya adalah... bisa membuat dui si manusia jarang menangis ini meneteskan air matanya saat dia bilang, " Yes, my name is Khan and i'm not a terrorist, and here is my son, his name is Sameer and he wasn't a terrorist either."

" No, no, no. Prayer should never depend upon the place or the people, it should depend only on your belief. "
Subhanallah. Kapan yah kata-kata itu bisa terwujud? 4/5
