Showing posts with label friends. Show all posts
Showing posts with label friends. Show all posts

Wednesday, May 25, 2016

Doa Segelas Bubble Tea

Suatu saat aku betanya padanya. apa yang dia inginkan di hari ulang tahunnya yang ke 12. Dia hanya diam sesaat sebelum menjawab, " Sebetulnya aku pun tak tahu apa yang kumau dan apa lagi yang kubutuhkan karena  aku sudah memiliki apa-apa yang aku inginkan pun aku sudah puas dengan apa yang aku punya sekarang." Lalu dengan nada bercanda aku pun berkata," Kalau begitu cukuplah aku traktir kamu minum bubble tea!" Dia pun menjawab dengan riang, " Gute Idee! "


Sepertinya kembali tiba saat dimana seorang yang jauh lebih tua belajar cara merasa cukup dari seorang remaja belasan tahun. Saat dimana bila ada yang bertanya mau diberikan apa, enggak aji mumpung, minta ini dan itu. Hadiah hanya salah satu bagian dari cara menunnjukan rasa kasih sayang kepada yang kita cintai, apapun bentuknya, apapun harganya...


Tetapi entah mengapa, aku rasa dia menginginkan sekedar hadiah. Mungkin kalau aku jadi dia, aku hanya ingin kembali ke masa lalu, kembali mengulang waktu, menarik semua sendu dan rindu dan mengumpulkannya menjadi satu.


Ah... Mungkin selain segelas bubble tea, aku pun akan mengiringkan sebuah doa untukmu, agar kamu mendapatkan kebahagianmu sendiri, tanpa atau dengan keluargamu. Aamiin.


***Kalau dipikir-pikir lagi, dia itu unik, mana ada remaja jaman sekarang yang kalau dikasih segelas bubble tea buat hadiah ulang tahunnya bisa seriang gembira itu ^^

Monday, July 27, 2015

Perpisahan Seorang Teman

Semua berjalan begitu cepat. Bahkan waktu yang melaju dengan stagnan, terasa begitu menggesa. Sengaja aku kerjakan semuanya di akhir waktu. Karena bagiku semuanya tak lebih dari isapan jempol. Tapi saat kenyataan datang padaku, memporakporandakan semua imajinasiku. Aku kembali ke alam sadarku. Aku harus bergerak. Sekarang, demi temanku. Demi kenangan dan memori yang pernah ada pada kami. Aku dia dan yang lain.

Semua selalu kembali ke asal. Yang tadinya ada menjadi tiada, yang tadinya dekat menjadi jauh, yang tadinya terasa biasa menjadi luar biasa. Begitu pun sebaliknya. Jadi, apalah yang harus dilakukan selain merelakan semua?

Memang tak ada air mata yang menetes saat kugoreskan kata. Mengapa? Karena aku tergesa-gesa. Membuat raga, hati dan pikiranku sibuk, agar bisa kutuntaskan semua.

Meskipun selalu pada akhirnya hanya ada penyesalan akan ketidakpuasan yang telah kulakukan, tapi setidaknya aku tak perlu ikut larut dalam pikiranku yang menjadi liar. Mencari kebohongan dalam kenyataan. Yang pada akhirnya kembali lagi pada hukumNya. Perpisahan tak pernah jauh dari pertemuan. Begitupula sebaliknya.

Insyaallah kita akan dipertemukan kembali. Dimanapun itu.

Thursday, July 23, 2015

About you

Rasa-rasanya ingin aku tertawa geli. Berharap seseorang berubah setelah sekian lama tidak berbicara dan menghadapi kenyataan bahwa seorang dia ternyata tidak berubah, sama sekali. Mungkin ternyata atau pada kenyataannya sifat seorang manusia memang susah berubah. Meskipun waktu terus berjalan, menggerus sedikit demi sedikit umur yang entah kapan akan habis masanya.

Entah mengapa, setiap kali berbincang dengannya, yang kurasakan adalah keputusasaan akan kehidupan. Perasaan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Perasaan iri saat melihat kehidupan orang lain, atas pekerjaannya , atas materi yang dimilikinya, dan lain sebagainya.

Jikalau dia dan aku adalah teman. Maka seharusnya aku merasakan bagaimana perasaan yang selalu kurasakan dengan teman-temanku yang lain saat berbicara. Mereka membuatku merasa, bahwa apapun itu, mereka ada untukku, meskipun jarang berbicara satu sama lain, setidaknya aku merasa aku diperhatikan, kabarku mereka benar-benar ingin tahu, mereka bercerita apapun, sepersekian detik mungkin waktu yang kami habiskan, tapi tak pernah sepersekian milli detik aku merasa bahwa mereka hanya menggunakan aku sebagai alat.

Lain bila aku berbicara dengan dia. Pada akhirnya, aku selalu merasa, bahwa aku adalah sebuah alat, yang mungkin akan dia pakai, suatu saat nanti, untuk memenuhi apa yang menurutnya akan membuat dia bahagia.

Teman yang baik adalah teman yang begitu kau gunakan dia sebagai alat. Dia tidak pernah merasa kau gunakan sebagai alat. Karena dia ikhlas. Karena ternyata salah satu fungsi teman adalah saling mendukung satu sama lain, saling menggunakan satu sama lain, dan saling-saling lainnya. Tanpa merasa tebebani. Tanpa merasa pamrih. Itulah kamu saat bertemu dengan temanmu yang sebenar-benarnya.

Mungkin bukan maksudnya berbuat seperti itu kepadaku. Atau mungkin hanya aku yang ternyata terlalu sensitif atas hal-hal seperti itu. Tapi, rasa-rasanya selalu materi yang dia tanyakan padaku, bertanya kabar hanya untuk sekedar kalimat pembuka, basa-basi.

Sayangnya aku tak pernah bisa berbicara lepas dengannya. Entah mengapa. Ingin rasanya aku mengingatkan jika dia tidak bisa mengubah situasi, maka ubahlah dulu sikap dan perilaku diri kita sendiri. Money won't make you happy, even when you think that your happiness is to have a lot of money. People like us, indeed need money. But you don't need to be a millionaire to have a happy life. Work hard, play harder. Why not?  Don't (always) compare what another people has with what you have. Because everybody have their own road. Be ambitious but not be a greedy guy! Of course never think that you are more miserable than other people. Because there is always more miserable people than you in reality.


Do not speak about your money in front of a poor person.
Do not speak about your health in front of a sick person.
Do not speak about your power in front of a weak person.
Do not speak about your happiness in front of a sad person.
Do not speak about your freedom in front of a prisoner.
Do not speak about your children in front of an infertile person.
Do not speak about your father in front of an orphan.
"Because their wounds cannot bear more."
I hope you can grow up to be a  better and wiser man not be just an old man.  :)



* Tapi mungkin semua itu kembali kepadaku. Sebelum ku mengkritik dia, ada baiknya bila aku mengkritik diriku sendiri....

Saturday, February 15, 2014

The Beginning of Quarter Life Crisis

I'm 25 years old girls oops... woman now. Being twenty something tanpa impian yang nyata alias pikiran ngawang, iman yang terus bergoyang kesana kemari,  tanpa ( belum ada )gelar di belakang nama, masalah kesehatan itu-itu juga (gigi bolong, dsb), pekerjaan tidak tetap yang mulai terasa membosankan, kuliah yang itu-itu saja, membuat saya cuma bisa bengong sambil kebawa mimpi di siang bolong. Setengah nightmare, setengah mimpi gak jelas.

Apa yah yang harus saya lakukan? Resolusi belum di buat, sedikit kena post traumatic syndrome, karena tiap buat resolusi, begitu dilihat, dibuka dan diteliti di akhir tahun cuma bisa mesem-mesem sendiri ngelihat bagaimana resolusi saya terkubur hidup-hidup dari gemerlapnya hidup saya ( gemerlap versi saya loooh, bukan versi anda-anda sekalian ).

 Setahun berlalu dan saya telah memakai sisa umur yang terus tergilas waktu, detik demi detik yang kadang saya tidak hargai, terbuang bagai membakar uang di depan mata sambil cekikikan sendiri, soalnya saya tahu waktu lebih mahal dari uang tetep aja uang yang di dahuluin, begitu ada uangnya malah dibakar sia-sia. Hadeeuhhhh TT_TT , ini perumapamaan paling gak banget di tulisan ini sepertinya.

Sudah setahun berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan yang ingin saya kubur dalam-dalam atau kenangan-kenangan yang hanya meninggalkan bisikannya saja atau bahkan kenangan yang membekas di hati. Apapun itu, seharusnya saya bersyukur karena saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan hal-hal yang bisa menjadi kenangan, yang bisa saya jadikan pelajaran, yang bisa membantu saya untuk tidak menjadi manusia bodoh yang melakukan kesalahan-kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya. Ahhhhh kenangan, sayang saya punya penyakit psikologis hati  yang namanya short memory loss syndrome , bukannya gak mau saya sembuhin, tapi sengaja di pelihara buat bikin alasan-alasan nyata.

Terlepas dari semua itu, apa resolusi terbesar saya untuk saya yang berumur 25 tahun ini?
  • Saya ingin jadi sarjana
  • Saya ingin punya uang banyak imageimageimage
  • Saya ingin iman yang stabil, bukan naik turun kayak roller coaster ( mending roller coaster, sempet naik sempet turun, lah kalau di bawah terus? Mandeg kali Wi namanya imageimageimage )
  • dan lain lain.
Doakan yaaaaaaaaaa imageimageimage


Menu syukuran kemarin dulu itu temanya Makasar, jadi saya membuat coto makasar isi jeroan ( babat dan hati ) dan daging sapi plus es pisang ijo yang maknyuusssssss. Dapet kue red velvet juga dari Sari :))

>> My 25th Birthday presents from my beloved ones, kekekke, I'm 25 years old girl who still got birthday presents <<


Buat yang kangen sama Berlinerinen...





Thank you and love you ...

God gave us the gift of life; it is up to us to give ourselves the gift of living well.~Voltaire~


Wednesday, October 2, 2013

Saatnya Menerima

Tak ada yang perlu diperdebatkan, ketika salah satu pihak tak bisa menerima.
Tak ada yang perlu dipaksakan, ketika salah satu pihak berbeda pendapat.
Tak ada pula yang perlu dibenarkan, ketika kebenaran bukan hanya sekedar hitam atau putih.

Kita satu, mereka satu, saya satu, kamu satu.
Dalam sebuah kesatuan pula terbuat kemajemukan.

Saya bertanya, kamu menjawab,
Kamu bertanya, saya menjawab.

Saya, kamu, kita dan mereka punya seribu satu jawaban.
Saya, kamu, kita dan mereka punya seribu satu alasan.

Ketika saya tak bisa lagi menerima, maka sudah berhentilah!
Ketika saya tak siap menerima, kamu tak siap menerima, mereka menolak dan kita berbeda,
maka sudahlah!

Tuesday, August 20, 2013

even when a definition of friendship is not to share the smallest happiness, i'm still a loner, with or without all of you. kekekeekeke

Friday, October 26, 2012

Nenek Bercucu

Kasih seorang nenek kepada cucunya memang tak sebesar rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. 
Kasih yang tulus tanpa pamrih yang kadang tak lagi mementingkan dirinya sendiri.

Hari ini aku melihatnya. Hanya dengan melihatnya, senyumku mengembang. Merekam dalam-dalam reka adegan di depan mata itu. Tersenyum. Indah.

Mereka berlari. Seorang nenek dengan dua cucu laki-laki. Pak supir menunggu dengan ramahnya. 
Mereka masuk. Bernapas tersengal tak karuan. Cucu tua tersenyum pada sang nenek, memberikan senyum kepuasan karena mereka berhasil berada di dalam dan tak menjadi yang tertinggal. Cucu muda masih terengah. Sang nenek tersenyum membalas, bangga akan kedua cucu dan dirinya, sambil berusaha menenangkan sang muda. 

Si muda menggigil sambil tersengal-sengal. 

Sang nenek yang tiba-tiba menjadi pahlawan kasih sayang membuka jaketnya. Dilampirkanya jaket putih itu kepada si muda. Si muda tersenyum tulus. Dilipatnya lengan jaket yang kebesaran itu, masih tetap tersenyum si muda terkekeh. Aiiihhhh, manisnya. Si muda kini siap tempur melawan suhu minus derajat.

Adegan itu seperti film pendek, menebar bahagia karena kemacetan kota. Melupakan sejenak jengah yang ada. Menampilkan sisi manusia, yang juga merupakan mahluk pengasih di jagad raya.

Happy Ied Adha 1433H. 

p.s. Terimakasih telah mengawali hari besar ini dengan kebahagiaan :)

Keibelerinen

Monday, October 1, 2012

Me, Myselfs, One of My Dream and My Past



Seperti judulnya, dalam foto itu semuanya ada : seorang Dwi Anggraini, obesinya, masa lalunya beserta impiannya. Bisa  menggapai semuanya dalam satu frame foto membuat saya tersenyum. Saat mendapatkannya, saya merasa puas sesaat. Setelah mendapatkannya, saya terisak, sesak.

Apa yang akan saya lakukan sekarang? Saat ini? Setelah pelarian ini saya lakukan, meskipun saya tahu setiap pelarian akan menemukan jalan buntu.

Pelarian itu bernama pelarian Semeru. Ketika saya melihat secarik kertas resolusi yang saya sisipkan diantara lembaran diary saya, saat itu pula saya putuskan untuk pulang. Saya harus pulang! Di atas kertas itu tertulis saya ingin menaklukan puncak-puncak dunia, dimulai dengan Semeru. Mungkin dengan menggapai Mahameru, maka dia akan menuntun saya, mengembalikan seorang saya pada semangat masa remaja yang selalu menggebu-gebu.

Tanpa saya sadari, semakin saya berjalan, semakin berat segala kenyataan yang ada. Sampai saya menjejakkan kaki pada Mahameru, saya hanya bisa terdiam duduk. Memijakkan kaki di negeri yang berada di atas awan. Bertanya pada diri sendiri, apa yang akan saya lakukan setelah ini, perjalanan ini adalah sebuah perjalanan biasa. Perjalanan bersama masa lalu sekaligus salah satu penentu masa depan saya.

Kembali membalikkan badan, berjalan menuruni bebatuan dan pasir-pasir yang tak pernah pada tempatnya. Semakin mendekat, semakin saya tersadar akan kenyataan. Kehidupan saya sebenarnya akan kembali dimulai. Liburan saya akan segera berakhir, pelarian saya harus segera dihentikan. Saya harus diam sejenak, bertanya kembali pada diri ini, apa yang akan saya lakukan selanjutnya? Apa?

Thursday, May 31, 2012

Unseres Kugel-chen

After 2 months, I proudly present my very first Microcontroller-project, a ball that can talk each other, has LEDs  that can change the colours itself and has weird sound like an UFO sound.

Kekekekekeke \(^0^)/

>>I don't know, but I think it's cute! Hehehe<<


Wednesday, February 15, 2012

Hpy Bdy

>>My Sesame Street Collections<<

Jangan takut...

Jangan takut, Dwi! 

Jangan takut untuk menjalani tahun yang baru.
Jangan takut dengan berkurangnya umurmu. 

Segalanya akan baik-baik saja.  Sama seperti tahun-tahun yang lalu. Akankah? Biarkan kamu berjalan, tidak dengan mendongak, tidak dengan tertunduk dan juga tidak dengan hanya melihat lurus ke depan, ke belakang ataupun kesamping kiri dan kanan.

Biarkan angin berhembus sekenanya, sampai dia melabuhkan layarmu ke tempat tujuanmu. 
Biarkan laut dengan ombaknya menggulung, sampai dia mendorong kapalmu ke tempat tujuanmu.
Biarkan matahari memperlihatkan senjanya, sampai dia menunjukan batas waktu yang terlihat dari buritanmu.
Biarkan bintang berkelip redup, sampai dia menghilangkan arah dari tempat tujuanmu.
Biarkanlah semua berjalan seperti biasa.

Tanpa perubahan?

>> Glück Puppe<<

>>Tamagoyaki Pan, Pinku Swatch, My Friends<<


Monday, September 12, 2011

Dan Selanjutnya?

Hari itu berlalu begitu saja. Tanpa ada tanda-tanda apa pun. Berlalu tanpa ada denting mengetuk pintu memori. Hari itu hanya bekerja, terlalu lelah dan dihantui mimpi buruk yang berlomba-lomba mengejar pagi untuk bekerja kembali. Sampai saat ini terlalu lelah untuk mengingat segalanya. Yang terpikirkan hanyalah berbaring di atas tempat tidur.

Hari ini saya pulang mengendarai bus. Saat melihat macet di luar sana yang sangat luar biasa dan membuat perjalanan saya sampai 1,5 jam lamanya. Tiba-tiba hati saya menjerit teringat sesuatu. Awwww! Hari itu! Berlalu begitu saja. Tanpa ada apa-apa.

Hah!

Apalah arti sebuah hari, ketika semua hari menjadi tidak begitu penting? 
Apalah arti sebuah peringatan, ketika peringatan menjadi tidak begitu penting untuk diingat?
Apalah arti sebuah perasaan, ketika perasaan itu menjadi tidak begitu penting untuk dirasakan?

Selamat empat tahun Dwi....

Apa selanjutnya?

Ya... Selanjutnya...

Friday, August 26, 2011

Sudah

Berkata aku pada diriku.
Sudahi saja.
Sebelum waktu yang terus berdetak maju, menggilas habis kesempatan untuk berhenti.
Sebelum semuanya bertambah dan menarik mundur semua argumen-argumen yang sudah dibuat.

Haruskah selalu ada alasan untuk menyudahinya?
Mengapa?
Tak bisakah aku jujur pada diriku dan membiarkan segalanya berantakan, hancur luluh lantak? Setidaknya aku akan bebas.
Tak lagi terjerat dan tercekik dalam kebohongan kelabu ini...

Sunday, June 26, 2011

lollipop



3 years ago someone gave me a lollipop
it tasted sweet of course
but i didn't need sweet things
i just need something

Tuesday, May 10, 2011

Friends are...

I can't select my own family.

But friends are family that i choose.





what friends are for...

to hold your hand when you need...
to hold your hand when you laugh...
to hold your hand when you lonely...
to hold your hand when you happy...

Friday, April 29, 2011

Biarkanlah



Ketika kata-kata tak lagi bisa mengungkapkan asa.

Biarkanlah asa itu yang mengungkapkan kata.

Ketika lembaran perjalanan tertutup dan berakhir.

Biarkanlah lembaran baru kembali di buka.

Ketika perpisahan datang tak terelakan.

Biarkanlah senyuman dan kenangan menggenapinya dan menemaninya.

dan Biarkanlah...


260311

Thursday, March 24, 2011

Sayonara :)


Kayak ada biji kedongdong nyangkut di hati saya beberapa hari ini. Mungkin 2 hari lagi bakal hilang atau malah ganti duren yang nyangkut. Sesak. I just want to skip that day and i prefer to make another happy excuse for that day.

Elly Nurbaiti Usman (maaf kalau sampai harus nyebut merk), i forgot how we met, but i do remember how we became a roomate. It's just another sad story, to have a bestfriend who left you. Now i become 'you', the other you one year ago.

Saya gak pernah tahu apa makna dari sebuah perpisahan, karena saya punya prinsip alam bawah sadar untuk selalu menjadi yang meninggalkan dan bukan ditinggalkan. Jadi begitu hal ini terjadi, saya bingung harus melakukan apa.

Elly-chan pulang ke Surabaya, Indonesia. Yang artinya jauh dari Bandung, Indonesia. Apalagi dari Berlin, Jerman. Kalau sudah begitu kesempatan bertemu lagi sekitar 1%. Berarti 'mungkin' hari Sabtu adalah hari terakhir bertemu denganmu.

Curang! How come you left me here! You make me addicted with that kind of food, restaurant, Fringe, Ghost Whisperer, Malaysian Horror, thriller Movies, etc.

Dulu kalau saya nengok dikit ke kasur sebelah, malah ikut nonton. Kalau pulang kuliah atau kerja, pertanyaan pertama pasti, "Ada Film baru Elly?". Kalau bosan minta download games buat DS. Kalau mau makan besar, beli bahan masak bareng, kalau membodoh tinggal tidur di rumah seharian. Wow! That's what a good life mean to me :D

Sayonara :) hope we'll see each other in the future. Ganbatte ne!!!

And miss you already T_T

Tuesday, January 11, 2011

Teman di Ujung Batas II

Dulu saya pernah menulis ingin menjadi teman di ujung batas. Yaitu seorang teman yang tak pernah terlihat dan mengekspresikan ikatan pertemanannya tapi selalu setia menunggu apa pun yang terjadi di akhirnya, menunggu untuk mengelus halus punggung sang teman atau setia menjadi pendengar terakhir di sang teman membutuhkan atau bahkan setia menjadi penampungan terakhir.

Tapi, apakah semua itu bisa terjadi, kalau saat ini saya menjadi teman yang sangat amat cuek, gak pernah mau tau kesibukan teman, gak mau tau masalah teman, gak mau melakukan segalanya. Buksn gak mau sih tapi lebih tepatnya saya menunggu. Menunggu untuk diceritakan, menunggu sampai mereka membutuhkan saya, karena saya hanya merasa malu untuk bertanya keadaan mereka, saya merasa mereka memiliki hal-hal pribadi yang hanya mereka yang berhak memutuskan dengan siapa mereka akan membaginya.

Penyakit anti sosial saya semakin parah. Saya hanya berkutat dengan teman-teman yang memang dekat dengan saya, saya mulai melupakan teman-teman lama saya yang notabene mereka adalah penolong-penolong saya di masa lalu.

Saya seoerti orang yang tidak tahu terima kasih. Kalau kata peribahasa, "Habis manis sepah di buang". Bukan itu yang saya ingin lakukan. Saya hanya terlupa sebentar karena kepala saya terlalu penuh. Saya terlalu malas untuk membuka wall-wall facebook untuk sekedar menanyakan kabar. Tidakkkkkk!!!!! Saya benar-benar jahat!!

Dimanapun kalian. Kalian tetap selalu ada. Saya yang terlalu jahat untuk menoleh mencari kalian dan saya takut kalian pergi meninggalkan saya. Tolong, jangan tinggalkan saya :(

Monday, August 16, 2010

Duh Wanita



Duh wanita, bibirmu begitu berbisa dan membuat kuping ini memerah. Andai saja aku bisa mengunci rapat mulut itu, dengan senang hati akan kulakukan. Aku memang bermuka dua, tak mau kau benci tapi kadang aku membenci mulutmu, yang mengoceh tiada henti akan seluk beluk seluruh sifat manusia di dunia.

Duh wanita, sungguh aku mencintaimu karena Tuhanku, tapi perkataanmu membuat pahala yang kukumpulkan sedikit demi sedikit, terkuras sedikit demi sedikit pula hingga tak bersisa hanya dengan mendengarnya. Kapan kah aku bisa mengembalikan itu semua?

Duh wanita, bagaimana orang yang kau kasari dengan perkataanmu itu mendendam? Maka ia akan terus membelenggumu dalam dosa, karena dialah yang tertindas.

Duh wanita, kau adalah seorang pintar dan baik budi, mengapa harus kau nodai dengan perkataan-perkataan jahat itu?

Ingin aku merangkulmu dan berkata, "Sudahlah!" dan mengakhiri semua perkataanmu.



Tuesday, June 22, 2010

Bukan Sia-Sia

Terlontar sebuah kalimat dari mulut saya Sabtu kemarin. "Sayang aja, gara-gara mau pindah jurusan, kok kayaknya 2 tahun saya kuliah tapi pada akhirnya terasa sia-sia."

Dijawablah pernyataan saya oleh Mbak Fay yang intinya sbb : Tidak pernah ada sebuah kesia-siaan dalam hidup ini. Karena dibalik semua yang terjadi, selalu ada pengalaman yang kita dapat, dimana pengalaman itu gak bisa dibandingkan dengan kata sia-sia. Pengalaman yang lebih mahal dari segalanya di dunia.

Kalau dipikir-pikir lagi, bener juga ya. Setiap manusia punya jalan hidup masing-masing. Mereka yang menentukan dan wajar aja kalau setiap manusia punya akhir hidup yang berbeda-beda pula di setiap bab-bab dalam hidup mereka.

Buat apa merasa hidup ini sia-sia. Toh tanpa kita sadari, kita selalu mendapatkan sesuatu yang baru, dimana proses pembelajaran bernama kehidupan terus berjalan. Dimana kita tahu mana yang benar mana yang buruk, mana yang harus dilakukan mana yang lebih baik disingkirkan, mana yang harus diprioritaskan.

Hmmm... Jadi, let's be positive :))

Monday, April 26, 2010

Apakah saya bahagia?

Kemarin saya mendapat pertanyaan dari Agung pacarnya Citra. Dia nanya, "Bahagia Wi di sana?"

Sepersekian detik saya berpikir untuk menjawab apa. Apakah saya orang yang berbahagia?

Setelah dipikir-pikir lagi, kenapa juga saya harus menjawab kalau saya tidak bahagia? Kenapa saya harus ragu-ragu untuk menjawab bahwa saya bahagia?

Hidup saya memang seperti roller coaster. Naik turun lembah dan tanjakan curam, kadang senang kadang sedih. Tapi, keseluruhan saya harus menjawab kalau saya adalah orang yang bahagia.

Saya bahagia karena saya orang yang sempurna secara fisik dan rohani. Saya memiliki keluarga yang ada di Indonesia, dimana mereka adalah rasa rindu yang selalu bisa membuat hati saya bahagia. Saya memiliki teman-teman serumah yang selalu saling mengingatkan dan berbagi makanan? Dimana makanan adalah salah satu kebahagiaan buat saya ^o^. Saya memiliki sahabat-sahabat yang tanpa saya sadari selalu ada di sekeliling saya dan saling berempati. Saya memiliki masjid dan liqa bersama sebagai tempat bernaung saat hati ini mulai keluar dari jalurnya. Saya masih memiliki keyakinan bahwa Tuhan itu ada di ujung usaha manusia.

Jadi, untuk apa lagi saya ragu-ragu untuk bilang kalau saya bahagia di sini?

Tak ada kata rata-rata untuk sebuah kebahagian. Yang ada saya tidak bahagia dan saya bahagia.

Di saat kita merasa bahwa kita tidak bahagia, di saat itu pula kehidupan kita akan berputar 180° ke arah ketidakbahagiaan.

Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, baik agar kita merasa menjadi orang yang bahagia ataupun menjadikan diri kita orang yang tidak bahagia.

Cukup menjadikan hidup yang kita anggap biasa-biasa saja ini menjadi hidup yang bahagia.

Katakanlah, " Saya bahagia dengan kehidupan ini."

Search This Blog