Sunday, April 8, 2012

Ich bin so Dumm!

Hari ini dengan malasnya siap-siap buat pergi kerja. Kembali melihat jadwal kerja, berharap tidak ada tanda silang di kotak-kotak kecil itu.

Ah sudahlah...

Dengan enggan melangkahkan kaki keluar sambil tergesa-gesa karena jam sudah menunjukan pukul empat sore. Pfuiihhhhhhh. Sedikit berlari dan 40 menit kemudian sampailah saya di sana.

>>Memangnya kamu kerja hari ini? Perasaan saya yang harusnya kerja Dong Bo dan Kretschmer<< , sapa seorang pekerja di sana.

>>Iya, saya kerja, kalau mau lihat aja jadwalnya di depan.<< , dengan sangat percaya diri saya menjawab.

15 menit berlalu.

Datanglah kedua orang yang disebutkan di atas. Saya langsung berlari ke arah pintu yang di tempel jadwal kerja. Oh Mein Gott!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ICH BIN SO DUMM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

:))

You know WHAT? Hari ini saya gak punya kepentingan sama sekali di sana. Melainkan saya punya jadwal besok dan hari senin. Pfiuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !!!!!!!!!!! ( Menyianyiakan waktu liburan buat hal yang gak banget T_T )

Alhasil daripada pulang langsung, main-main lah saya ke Arkaden Potsdamer Platz, lumayan refreshing walau gak beli apa-apa. Huahahahahahahahhahahahahhaha.... :D


>> Karena di sini orang-orang lagi merayakan Paskah, maka semua ornamen-ornamennya berunsur telur<<


>> Tema telur-telur ini adalah warna. Ini adalah Tosca<<

Wednesday, April 4, 2012

Adele

I've found a Cafe near U-Bahn Rosa Luxemburg Platz. It's A.d.e.l.e.  The place is cozy and the owner is so lovely :D.


>> I really like that vintage lamp :D<<

Just one thing... It's cost me 7.9€ just for one Latte Macchiato (3.1€) + Waffle with banana and chocolate sauce toppings (4.8€)! Hehehe


>> My Choco-Banana Waffle with Latte Macchiato<<

You can see the review on >> http://www.qype.com/place/1142113-Adele-Berlin-Mitte << . But for me, it's indeed  good but not the best.

I made a short trip to Copenhagen last year and i found the best belgian waffles i ever had there. :D


>>That chocolate ice cream is melting on the top of Hot-Belgian-Waffle... YUmmyyyyyy<<

The shop is very famous (I think, you don't even need an address), because the place is near the harbour called Nyhavn, where is so many tourists went there to look at the ships or just have a sightseeing.



Tuesday, March 6, 2012

Para Kaum Pada Tempatnya

Menjadi kaum pecinta harta. Mungkinkah ? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika dalam pikiran ini hanya ada niat untuk bekerja banting tulang dalam memenuhi kebutuhan hidup yang tidak lagi standard seperti dulu saat uang pas-pasan. Ketika pola hidup dan kebutuhan berubah karena sesuatu dan lain hal. Ketika semua itu hanya bisa dilaksanakan dengan materi semata dan tujuan hanya untuk menambah harta. Apakah aku kaum pecinta harta?

Menjadi kaum yang masa bodoh. Mungkinkah? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika  melihat para pemabuk itu mengulurkan tangannya untuk meminta saat musim dingin telah tiba. Aku memalingkan muka, berjalan bergeser pada anak tangga yang tak bertuan. 
Ketika melihat para wanita eropa timur itu bertanya apakah bisa berbahasa inggris. Tanpa ba bi bu, aku langsung menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Apakah aku kaum yang masa bodoh?

Menjadi kaum asosial. Mungkinkah? Mungkinkah aku sudah masuk kedalamnya?
Ketika kamar dingin ini menjadi satu-satunya tempat yang bukan ternyaman, tetapi tempat untuk menghindari dunia luar dan sekitarnya. Ketika tempat ini begitu sunyi dan terisolasi dari dunia luar yang padahal hanya berlapis dinding tipis. Ketika tempat ini mengunci sebagian dari akal-akal sehat yang masih bisa disembuhkan. Apakah aku kaum asosial?


Wednesday, February 15, 2012

Hpy Bdy

>>My Sesame Street Collections<<

Jangan takut...

Jangan takut, Dwi! 

Jangan takut untuk menjalani tahun yang baru.
Jangan takut dengan berkurangnya umurmu. 

Segalanya akan baik-baik saja.  Sama seperti tahun-tahun yang lalu. Akankah? Biarkan kamu berjalan, tidak dengan mendongak, tidak dengan tertunduk dan juga tidak dengan hanya melihat lurus ke depan, ke belakang ataupun kesamping kiri dan kanan.

Biarkan angin berhembus sekenanya, sampai dia melabuhkan layarmu ke tempat tujuanmu. 
Biarkan laut dengan ombaknya menggulung, sampai dia mendorong kapalmu ke tempat tujuanmu.
Biarkan matahari memperlihatkan senjanya, sampai dia menunjukan batas waktu yang terlihat dari buritanmu.
Biarkan bintang berkelip redup, sampai dia menghilangkan arah dari tempat tujuanmu.
Biarkanlah semua berjalan seperti biasa.

Tanpa perubahan?

>> Glück Puppe<<

>>Tamagoyaki Pan, Pinku Swatch, My Friends<<


Sunday, December 11, 2011

Bronze Medalist

Sambil menunggu seorang Riska Nur Barokah menyelesaikan masakan, saya mencari-cari film di hard disk kesayangan saya untuk ditonton bersama nanti, sambil memikirkan wangi yang memenuhi ruangan ini akhirnya mata saya tertuju pada judul >>Bronze Medalist<<.

Film yang menggelikan atau lebih tepatnya ber-genre komedi yang penuh air mata. Hehe. Tapi apapun itu, seperti yang selalu saya suka dari film-film seperti ini adalah selalu ada hal menarik yang ingin saya terapkan dalam hidup saya (walaupun pada akhirnya cuma menempel di dalam kepala ini selama sepersekian jam dalam kehidupan saya selanjutnya).



Pelatih Ji Bong adalah seorang atlet angkat besi yang menjadi cacat dan lemah jantung setelah berlomba di olimpiade Seoul 1988 dan walaupun akhirnya memenangkan medali perunggu. Dia yang terpuruk dan akhirnya menemukan hidupnya kembali saat menjadi pelatih di sebuah sekolah menegah di Korea. Secara singkat pada akhirnya (mungkin) salah satu dari anak asuhannya yang bernama Yongja berhasil mendapatkan emas di olimpiade 2008.

>>Yongja, everybody tries to win the gold. But just because you win the bronze, it doesn't mean your life will be a bronze medal life. And just because you win the gold, it doesn't mean your life will be a gold medal life. If you try your best and don't give up, your life itself  will be a gold medal. That in itself is priceless.<< -Lee Ji Bong-

Quote di atas mengingatkan saya pada sebuah pemikiran dimana kehidupan itu tidak melulu sebuah hasil akhir, tapi kehidupan juga sebuah proses mencapai hasil akhir. Seburuk apapun hasil akhirnya, kalau ternyata proses yang dilalui adalah  kerja keras, keringat, doa dan kejujuran, maka hasil akhir akan berubah tergantung dari sudut pandang mana yang kita lihat dari sebuah kegagalan.

Saya punya seorang dosen informatik yang merangkap menjadi dosen dua mata pelajaran lainnya. Dalam satu semester dia akan mengadakan dua sampai tiga kali ujian di depan komputer yang nilainya dapat saya lihat bila  menekan tombol >>BERIKAN<< Dia selalu memberikan wawancara setelah ujian yang memungkinkan saya mendapat nilai lebih. Kalau ternyata hasil satu kelas buruk, maka dia akan menurunkan standard kelulusan ujian tersebut.

Sekilas saya bertanya dalam hati, >>Apakah dia tidak takut di bilang menurunkan standard mata pelajarannya sendiri?<<

Menurut saya dia adalah satu dari sekian banyak dosen saya yang selalu mengutamakan proses daripada hasil akhir. Saat dia menurunkan standard. Saat itulah saya merasa dia menantang para mahasiswanya dengan berkata, >>Kalau kalian butuh nilai untuk lulus, maka akan saya berikan dengan semudah-mudahnya, tapi apa yang saya selalu saya sampaikan di setiap mata kuliah adalah pelajaran yang sesungguhnya yang akan berguna kelak dalam kehidupan pekerjaan kalian para mahasiswa, pelajaran yang hanya bisa didapatkan dari pengalaman.<<

>>Proses yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula.<<




Wednesday, November 30, 2011

Terbukalah sang aku

Menutup telinga meskipun kebisingan itu ada.
Menutup mata meskipun kekacauan itu merajalela.
Menutup mulut meskipun kebenaran itu tertutupi.
Menutup hati meskipun nurani itu meronta.

Apakah aku hanya bisa menutupmu wahai jiwa hatiku?

Terbukalah!!

Terbukalah!!

Terbukalah untuk menjadi penjelajah dalam duniamu dan menjadikannya seluas-luasnya

Monday, September 12, 2011

Dan Selanjutnya?

Hari itu berlalu begitu saja. Tanpa ada tanda-tanda apa pun. Berlalu tanpa ada denting mengetuk pintu memori. Hari itu hanya bekerja, terlalu lelah dan dihantui mimpi buruk yang berlomba-lomba mengejar pagi untuk bekerja kembali. Sampai saat ini terlalu lelah untuk mengingat segalanya. Yang terpikirkan hanyalah berbaring di atas tempat tidur.

Hari ini saya pulang mengendarai bus. Saat melihat macet di luar sana yang sangat luar biasa dan membuat perjalanan saya sampai 1,5 jam lamanya. Tiba-tiba hati saya menjerit teringat sesuatu. Awwww! Hari itu! Berlalu begitu saja. Tanpa ada apa-apa.

Hah!

Apalah arti sebuah hari, ketika semua hari menjadi tidak begitu penting? 
Apalah arti sebuah peringatan, ketika peringatan menjadi tidak begitu penting untuk diingat?
Apalah arti sebuah perasaan, ketika perasaan itu menjadi tidak begitu penting untuk dirasakan?

Selamat empat tahun Dwi....

Apa selanjutnya?

Ya... Selanjutnya...

Search This Blog